Senin, 15 Juni 2009

FMK # 7 METALLIONS BACK FROM THE DEAD


Kuta sabtu 13-6-09 ….setelah sunset nan menawan diatas pantai Kuta berlalu pertanda sang surya pun kembali keperaduan….And saat itu pada sebuah old school club di pusat kampung turis Kuta itu dekat dengan pojok perempatan sebuah trapic light bakalan ada sebuah hajatan music metal yang bernama Forum Musik Komplikasi # 7. Namun hingga pukul 18.30 wita tanda-tanda bakalan ada pembantaian massal para metalhead masih belum kelihatan disekeliling Peanuts clubs sore menjelang petang itu..(mm..sempat juga ada nuansa kekuatiran dari apa yang akan terjadi di malam itu, karena perjalanan menuju FMK#7 ini memang banyak riak2 rintangannya mulai dari masalah budget,perubahan venue yg rencana sebelumnya FMK ini diadakan di paramita hall dan akhirnya dipindahkan ke peanuts club karena tidak adanya ijin dari kepolisian utk penyelenggaraan di daerah tsb,banyaknya kejadian2/”halangan” dari pengisi acara/panita,trus masih adanya nada-nada sumbang yang terembus menjelang hari H dan banyaknya return dari tiket presale) namun kita tetap optimis dengan kerja keras panitia selama ini and The show must go on.

Ya tepat pukul 19.00 setelah ritual doa bersama para panitia venue mulai dinetralisir oleh Didot cs untuk menyapu ranjau-ranjau yang mungkin masih bertebaran di venue dan sound system yang ada. Dan setelah dikatakan steril FMK#7 mulai dinyatakan sah demi hukum untuk mulai diporakporadakan kembali oleh band pertama yakni Rezume, para talenta muda punggawa slamming death metal ini menghantam crowd yang mulai berdatangan dan masuk keareal pembantian ..Dan pada nomor lagu terkhir rezume menghadirkan bassis Condemed utk ngejam bareng lewat lagu Cannibal Corpse. Dilanjutkan oleh penampilan ke dua dari band yang tergolong jompo yakni Sonor dg sajian nomor2 dari Hypocrisy dan massacre .

Pelan namun pasti metalhead mulai tumplek didepan Peanuts dan nampak lorong menuju tempat pengisian buku tamu dan venue mulai dialiri oleh para metalhead bagai aliran air kran yang mulai terbuka memenuhi bak penampungannya. Wow..sejarah FMK terulang kembali dan arwahnya nampak memang benar-benar bangkit ditandainya dengan makin penuh sesaknya areal dalam Peanuts club,sampai akhirnya tiket seharga Rp.25.000 dinyatakan sold out. Band ke tiga yakni Anti Pop kembali menghajar crowd dengan sajian khas grindcore lewat nomor dari Brujeria,Napalm Death disamping ciptaan sendiri . Dilanjutkan dengan kehadiran band veteran FMK pertama yang mengajak para metalhead untuk bernostalgia kembali dg nomor caru dan petaka dunia , namun kehadiran band ini tidak dilengkapi oleh gitarisnya butra karena mendadak berhalangan sakit . Dan band pejuang pancasila yakni Debtor menggebrak pada penampilan ke lima yang ditandai dengan orasi nasionalisme dan diiringi kur lagu GARUDA PANCASILA, tuk selanjutnya mencingcang crowd dengan nomor dari Sodom,massacre,Ac/Dc dan tentunya nomor legendaries ciptaan mereka yakni quandary. Sehabis Debtor , band Human Demise giliran menunaikan kewajiban dengan hidangan nomor dari Cannibal Corpse. Selanjutnya Band Two ice Queen dengan hidangan pemanis dua serionita membawakan nomor-nomor gothic dari Nihtwish, Within Temtantion dan tentunya nomor “Beku” ciptaan TIQ. Dilanjutkan dengan band infectous Arteries dg nomor malevolent creation, Gorefest, dan nomor dari Sepultura yakni Roots bloody roots yang diiringi koor dan tentunya sajian olah tubuh para metalhead. Penampilan ke sembilan dilanjutkan dengan Infernal desire yang menghadirkan vocalis pertamanya si jember utk mengajak Deathrasher bernostalgia pada masa-masa Sunday hot music tahun 90an dengan hidangan nomor drowed maid dari amorphis dilanjutkan dg nomor dari black sabath dan cipataan mereka sendiri., Selanjutnya band Triple six, band yang skarang trio group ini dengan garangnya menjajah crowd yang sudah berdarah darah dengan nomor2 dari Deicide dan Metallica, Selanjutnya band Born by mistake dg medlay nomor dari metallica dilanjutkan dg slayer kembali mencingcang para Thrasher yang ada..fuihh..dan tiada matinya crowd mensupport band-band yang tampil.

Disela-sela jeda band diisi dg ulasan kilas balik 19-21 balicorpsegrinder serta acara FMK dan juga suputaran issue scene metal bali oleh Mc beneran dan Mc liar nan dadakan.Dan dijeda penampilan Funeral Inception sempat break untuk surprise perayaan ultahnya age dg tiup lilin di atas venue (Happy fucking “Bird”day my brother), yang dilanjutkan dengan pembagian bingkisan dan kenang2an bagi band pengisi acara. Aaarggghhh akhirnya sampailah pada puncak dari penjagalan para metalhead ini dengan hadirnya band bangsat dari Jakarta yang front mannya seorang Iblis yang berhati budiman, ya… Funerel Inception ini akhirnya benar-benar menuntaskan pembantaian dg nomor-nomor khas old skul Death Metal yang sebagian besar dicomot dari Album mereka Hate dengan salah satu lagu yang menjadi kontroversi yakni Surga berada ditelapak kaki Anjing yang sempat menjadikan band ini di cap merah sebagai salah satu band berbahaya yang mesti harus diawasi hingga sampai pada lagu terakhir yang ditutup dg nomor dari suffocation dg menghadirkan ex.vocalis mortal scream Gendon…..Fuck..yeah…..

Beberapa catatan penting dari FMK # 7 ini adalah :
-Suksesnya acara ini tidak terlepas dari kerjakeras segenap panitia dan support komponen scene metal bali serta publikasi yang gencar lewat media koran,tv,maupun internet,jadi bukan karena adanya "kejutan2" mendadak.
-Stigma band nonton band yang selama ini melekan pada live metal di Dps Bali sama sekali tidak berlaku karena semua lapisan metalhead bali ada disini
-Statement :nonton band metal kayak nonton wayang juga tidak melekat pada ajang ini karena dari awal sampai akhir pertunjukan support crowd terhadap band-band yg tampil sangat luar biasa dengan olah tubuh pogo,headbang,slam dance/monitor,stage diving,circle pit tidak jemu-jemunya disuguhkan.
-Konsep reuni 19-21 juga telah mencapai sasarannya dengan hadirnya para alumni-alumni lawas 19-21 (say hell-o to Semar,Toni,Lolot,Didik,Arik gembul,Kadek Astina etc.) yang kembali bernostalgia dengan sejawatnya yang masih aktif dikomunitas ini.
-Dan yang terpenting tema acara FMK # 7 ini telah menjadi kenyataan, dengan membludaknya deathrasher dan corpsegrinder yang datang ke acara ini yang menjunjukan bahwa para metallions itu telah bangkit kembali dari kuburnya yang diiringi dengan nomor-nomor tribute old school death metal…..yes….METALLIONS BACK FROM THE DEAD.

Jumat, 29 Mei 2009

ANNOUNCEMENT


Dear brothers and sisters...

ACARA 19-21 RE-UNITED: FORUM MUSIK KOMPLIKASI (FMK)# 7 TGL 13 JUNI 2009 DIPINDAH KE PEANUTS CLUB, KUTA.

Rabu, 20 Mei 2009

MISTY………….. “Metallions back from the Dead”


Penyelenggara upacara mecaru dalam bhuta yadnya ditujukan kehadapan para bhuta kala. Secara etimologi bhuta kala berarti kekuatan negatif yang timbul dari alam sebagai akibat terjadinya hubungan yang tidak harmonis antara bhuwana alit dan bhuwana agung.

Pengaruh positif dan negatif akibat hubungan bhuwana alit dan bhuwana agung itu mempengaruhi perasaan manusia. Bila hubungan harmonis pengaruhnya positif dilukiskan dengan sifat-sifat dewa, sedangkan tidak hamonis pengaruh negatif dilukiskan dengan sifat-sifat bhuta kala. Dalam tuntunan pustaka suci rontal kala tattwa dapat diaci (diupacarai) dan bersifat negatif (bhuta kala).

Adapun tujuan dari mecaru itu adalah untuk memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa, agar manusia dalam kehidupannya dianugrahi ketenangan baik dalam bhuwana alit dan bhuwana agung. Caru yang sebagai sarana itu setelah selesai dipersembahkan diberikan kepada bhuta kala sebagai “labaan” yaitu upah untuk dinikmati sehingga cepat-cepat meninggalkan tempat yang telah diganggu dan kembali ke asal.

Nah sadar akan kondisi tersebut maka “offering” ini akan kembali dipersembahkan oleh salah satu band Metal lawas yang sering menyelenggarakan “pecaruan” lewat tembang andalannya yang berjudul “ Caru”, ya …Caru ini adalah nomor kebanggaan dari band Misty selain nomor Petaka Dunia dalam kompilasi album Grind at the corner yang menggambarkan ngeri dan ganasnya bencana Tsunami yang pernah melanda tanah Aceh. Salah satu band Metal lawas yang didirikan oleh dua orang bersaudara ini di era 90an dan larut berkubang juga dalam kawah 19-21 Balicorpsegrinder merupakan salah satu band yang langganan mengisi acara-acara yang diselengarakan oleh 19-21 macam FMK ini. Fuihhh dengan semangat pecaruan dan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki akhirnya mereka yang terdiri dari Dodha,Gusane,Butra dan Dek’Oleh dan dibantu oleh seosonist akan merelakan dirinya utk dipersembahkan kembali dalam acara FMK # 7 yang akan diselenggarakan tgl 13 Juni 2009 di PEANUTS CLUB, KUTA. Ya…apalagi kalau bukan untuk memenuhi dahaga kerinduan kaum metalizer kepada para bhuta kala-bhuta kala ini. Kerasnya desakan dan ramenya suara-suara sekeras dukungan pada calon presiden yg akan berlaga di pemilu nanti, akhirnya memaksa mereka utk dapat tampil dalam hajatan 19-21 Re-united yang mengambil tema “Metallions back from the Dead” , ya konsep reuni jadi makin klop dengan kembalinya para metalion dari kematiannya.

Selasa, 12 Mei 2009

FMK & 19-21 Re-united


Reuni, alias pertemuan kembali setelah lama berpisah, selalu menyenangkan. Apalagi jika yang melakukan reuni adalah sebuah komunitas musik metal tertua di Bali yakni 19-21 Balicopsegrinder secara umum . Yang senang bukan cuma penggeliat yang dulu secara aktif ikut terlibat didalamnya namun juga simpatisan yang aktif menyimak acara-acara 19-21 baik yang diudarakan lewat radio Yudha yang ruang-ruang kehidupan masa mudanya terisi oleh musik-musik metal yg dihidangkan oleh radio bastard tsb atau secara langsung menikmati acara live musik yang menghadirkan band-band yang dulu bernaung didalam 19-21 maupun acara musik yang diselengarakan oleh komunitas 19-21 ini seperti Forum Musik Komplikasi ( alias FMK)

FMK …arrrgghh…mahluk satu ini pada masanya adalah salah satu trade mark live musik metal yang dimiliki oleh scene metal Bali sebagaimana live musik metal yg jadi barometer scene bawah tanah luar Bali macam Bandung Berisik yg dimiliki oleh Bandung, atau Jogya brebeg yg dimiliki oleh anak-anak Jogya dan lainnya. FMK ini dulu secara reguler diadakan di Denpasar namun sempat tidur panjang dan mati suri diangka 6 sebagaimana pasang surutnya aktivitas scene Metal bawah tanah Bali.

Dan kini arwah FMK ini akan dicoba utk dibangkitkan kembali dari peristirahatannya sementara untuk dipanjang keangka berikutnya , fuihhh,,ya..ke FMK # 7. Dan dari petunjuk roh-roh pendekar Death Metal dunia macam Chuck Sculdiner dari Death atau roh pejuang Grindcore dunia ala Josse Pintado dari Napalm death/Terorrizer maka di pilihlah angka 13 sebagai tgl keramat dibulan Juni utk penyelengaraan FMK ke 7 ini yang positif akan diadakan di PEANUTS CLUB, KUTA.

Dengan konsep reuni yang menggandeng para veteran2 metal pada masanya dan pejuang2 metal masa kini, maka acara ini dirancang utk menghadirkan band2 metal yg tergolong lawas macam Sonor,triple six,infernal desire,Debtor,Infektous Arteries,Human Demise dan Band Generasi berikut macam Born By Mistake,Rezume,Antipop,Two Ice Qween serta satu band Tamu dari Jakarta yakni Funeral Inception ( dg issue menggandeng drumer veteran metal lawas Bali ex.Vexer yakni si Goya).
Dan sebagaimana kehidupan sekarang ini yg tidak bisa kita lepaskan dari kehidupan masa lalu, maka penampilan Band2 tersebut pun selain membawakan nomor-nomor cipataannya sendiri pada era sekarang juga akan mengajak para metalizer utk bernostalgia kembali dengan nomor-nomor old school metal/deahtmetal/grindcore dari Metallica,Slayer,Sepultura,Obituary,Amorphis,Malevolent Creation,Suffocation,Cannibal Corpse,Internal Bleading, bahkan Massacre.

So…dengan “donasi” hanya Rp.25.000,- mari kita bersenang-senang atau bernostalgia pada tgl 13 Juni 2009 di PEUNUTS CLUB,KUTA..AAarggghhhh.

Minggu, 26 April 2009

Serangan....Riwayatmu kini


Serangan 26/4/09, uh kalau dengar nama itu sering ingat dulu waktu masih SD, dihukum bu guru dg berdiri didepan kelas dengan kaki diangkat satu dan tangan kiri megang telinga, karena tidak bisa membaca dg benar tulisan bali yg menggambarkan dan menceritakan Pura Sakenan pada jaman dahulu yang terdapat di pulau tsb . Ya kalau masa itu diceritakan pulau serangan terpisahkan denga laut dan utk dapat menjangkaunya mesti menggunakan sarana jukung/perahu. Arrgghh..cerita yg dulu terdapat dalam buku pelajaran bhs bali itu kini tinggal kenangan karena kondisi pulau serangan sekarang sudah menyatu dg daratan,sebagai buah dari reklamasi pantai yang berangan menjadikan kenyataan sebuah mimpi tentang pulau impian dengan me’make over pulau tsb sebagai pusat pariwisata dengan berbagai fasilitas yang megah. Tapi entah kapan impian itu bisa jadi kenyataan,karena kondisi pulau tsb sekarang kalau diliat dari cupture google eart keliatan dua warna yg menonjol yakni hijau sebagai bentuk asli pulau serangan dan putih adalah buah hasil dari reklamasi dg aroma kapurnya.

Ah kita ndak usah membahas panjang lebar dg kondisi diatas karena cerita ini mesti kita lanjutkan untuk meliput perjalanan Death kuliner menuju pantai serangan. Untuk dapat menuju areal pantai selepas dari lancarnya jalan kembar menuju pulau tsb selanjutnya kita kebanyakan “bergaul” dg silaunya warna putih dan deru debu kapur yang berterbangan di hempas angin serta diseliling kita terpampang hamparan gersangnya pulau kapur selayaknya berjalan dihamparan gurun pasir. Dan juga kita mesti melewati dua pos penjagaan sebelum akhirnya bisa sampai di pinggiran pantai yg dimaksud. Disepanjang areal pinggir pantai tsb memang banyak bertebaran bedeg2 warung penduduk local yang mencoba mengais peluang ekonomi dari reklamasi ini yang sebagian menyajikan menu yg seragam yakni aneka ikan bakar ,rujak,tipat, dan makanan ringan lainnya.

Akhirnya rombongan dua kendaraan ini memutuskan utk parkir di dekat warung paling pojok utara. Tanpa banyak basa basi sebagian rombongan langsung berhamburan mengambil aneka minuman utk mendinginkan suhu tubuh dan tentunya aneka ikan yg sudah dibakar sebelumnya utk dicicipi sebagai hidangan pembuka. Selanjutnya dilanjutkan dg mengambil ikan yg setengah matang ataupun mentah utk dibakar kembali biar fresh dan hangat. Nampaknya menu ikan yg ditawarkan ada dua yakni ikan yg kalau namanya dibolak balik mengejanya bisa jadi berbau “mesum” yakni ikan kon…ups…ikan tongkol dan ikan yg terbiasa salah pergaulan yakni ikan junkys. Than…sambil menunggu matangnya ikan dibakar, kami duduk duduk dipasir memandangi laut lepas seraya bersanda gurau, dan rupanya pantai serangan ini terlepas dari kondisi gersangnya jg cocok dijadikan salah satu alternative utk rekreasi bagi sebagian masyarakat sekitarnya, krn nampak banyak jg keluarag beserta anak2,muda mudi,( dan mungkin beberapa cewek café) yg mandi ataupun sekedar bersantai disana. Uh lima belas menit kemudian anak2 pada bergegas berdiri dan berebutan menuju tempat pembakaran ikan krn rupanya ikan2 tsb sudah pada matang…ehmm…aromanya cukup menggoda selera dan memang sangat pasto disandingkan dg bumbu mentah yg diselimuti oleh minyak kelapa khas bali ( lengis tandusan), dg sayur mentimun jepang dan tentunya sepiring nasi putih. Ups…Namun jangan harap bisa bersantap mesra ala candle light seperti café-café yg bertebaran di kedonganan, karena disini kita hanya bisa lesehan duduk dipasir atau dibangku2 yg usang sambil makan dengan lahap dan sekali kali memandangi lautan lepas, namun nuasanya yang kita dapatkan malah lebih nyaman dan berbeda, dan kita bisa juga mengipas sendiri ikan bakar tersebut, hingga terasa banget menit-menit ke detik detik usaha dan perjuangan menjadikan ikan yg fresh tsb berubah menjadi gurih dan renyah dgn usaha sendiri ( itupun kalau kita mau ikut menyibukan diri bakar ikan tsb..he..he.he).

Ah tak terasa jadi nambah dua sampai tiga buah ikan saking gurih dan nikmatnya hingga mentari mulai redup menerangi pulau itu dari arah barat. Dan akhirnya rombongan memutuskan utk pulang kembali kerumah, seperti para pemancing ikan yg segera bergegas menuju kediamannya dgn membawa hasil pancingannya utk disajikan bersama anak istrinya dirumah.

Diperjalanan pulang kami sempatkan jg mencari chanel radio super dan dengan volume yg full gede, kami mendengarkan aneka nomor2 Death Metal dan cuap2 Death jockey cabul Sidick yg sementara tidak bisa ikut perjalanan ini krn sedang menunaikan tugasnya menyebar virus death metal lewat media radio dan menyebarkan informasi tentang akan diselenggarakannya hajatan FMK 7 yang rencanakan pada tgl 13 Juni di Jakresto dan akan menampikan band tamu dari Jkt Funeral Inception yang didampingi oleh band local macam Debtor,Triple six,infernal desire,Infectous Arteries,Rezume,Antipop,BBM,Two Ice queen, Human Demise,Sonor….Arrgghhh

Senin, 20 April 2009

Infectous Arteries


Kejam dan jahatnya serangan terorisme dengan aksi-aksi bom bunuh diri yang banyak terjadi dimuka bumi ini dan sering disuguhkan dalam berita-berita baik media cetak maupun televisi mengilhami terciptanya sebuah lagu metal yang mengambil judul “Bungkam Terbunuh”…...ya sebuah nomor yg bertemakan tentang penghujatan terhadap para pelaku bom bunuh diri di seluruh dunia yang mengatasnamakan agama dan paham keyakinan mereka bahwa apa yang mereka yakini adalah yang paling benar.

Bagaimana tidak sebagai salah satu band Metal yang ditakdirkan terlahir dari tanah bawah Bali ini juga sempat merasakan bagaimana pedihnya akibat yang ditimbulkan oleh aksi bom laknat tersebut sebagaimana yang pernah menimpa tanah leluhur tercintanya ini. Dan kalau kita mengingat kembali suram dan ngerinya kejadian tesebut bisa-bisa kita mengalami yang namanya “Infeksii Pembuluh Darah”

Yes….Infectous Arteries itulah nama band yg kita dimaksud diatas, salah satu band Death Metal kebanggaan Bali ini terbentuk pada pertengahan Februari 1998, dan sudah merilis album perdana mereka ber title “Journey To The Unknown” pada awal 2004 lalu yang dirilis oleh Morbid Noise Records Jakarta dan Infect Art Production Bali.
Band Death Metal yg sekarang solid digawangi oleh- Putu Leong ( vocal ) -Layem gitar ) –BooDee ( drum ) -Sonog ( bass) ini cukup sadar dan paham akan falsafah death metal yang mereka lakoni sekarang, mulai dari pemilihan nama band, struktur musiknya sampai pada tema-tema lagunya sebagaimana yang sering mereka angkat kepermukaan seperti paradigma tentang kematian adalah sebuah misteri yang tidak akan pernah terpecahkan, apakah kematian merupakan sebuah akhir atau sebuah fase baru sehingga hal yang terpenting adalah bagaimana kita mengisii kehidupan bukannya kematian itu sendiri.

Infectous Arterties ini tergolong band metal yang cukup senior, eksis dan produtif baik dari meteri-materi album/lagunya maupun performnya dalam gig-gig metal berkelas. Gerombolan ini sudah sering menjelajahi berbagai event-event underground baik di Bali maupun luar Bali seperti Jakarta dan Lombok serta aktif terlibat dalam event-event musik yang bersifat charity/special IA juga kerap mengusung lagu – lagu cover dari influence mereka seperti Suffocation, Malevolent Creation, maupun Sepultura. IA juga telah beberapa kali turut serta dalam kompilasi, baik yang berskala local maupun nasional seperti, AT HELL’S GATE (Bali), SEPULTRIBE ‘A Tribute to Sepultura’ (Bandung), VOMITING HATRED (Jawa Tengah), REIGN IN BLOOD (Bandung), BLOOD FEAST (Jawa Barat), MORBID MONSTER (Jakarta), METALOBLAST (Jakarta) yang merupakan sebuah kompilasi mayor label yang dirilis oleh Resswara Records dan GRINDCORNER Bali Compilation sebuah cd kompilasi band-band metal lokal Bali, serta cd kompilasi band – band indie Bali ber title INDIE BATTLE Compilation yang baru dirilis akhir tahun kemarin oleh DQ Studio Bali.


Saat ini IA sudah merampungkan proses rekaman dan sedang menunggu saat yang tepat untuk merilis album yang rencananya akan diberi title “Synoptic Oddity”. Di album baru ini akan berisikan materi yang 90% menggunakan lirik bahasa Indonesia, berbeda dengan materi di album perdana IA yang liriknya berbahasa Inggris. Untuk album kedua IA akan banyak bicara tentang segala sesuatu yang lebih bersifat konkrit dibandingkan cara pandang normative yang ada di masyarakat pada umumnya. Dan selain materi lagu andalan Bungkam terbunuh tersebut, yg sudah mereka rampungkan dalam proses rekaman adalah Skeptis Dogma – yang bertema tentang keraguan akan dogma-dogma yang kian hari semakin rancu dengan mulai merosotnya norma-norma, akhlak moral manusia yang menghalalkan segala cara demi tujuannya. Lalu ada Kontroversi Mati – berbicara tentang manusia yang tidak menghargai kehidupan dimana banyak sesama kita yang masih diberikan anugrah untuk hidup namun dipaksa untuk menjemput ajal sebelum waktunya, Serta Porndyslexia - bertemakan tanggapan terhadap UU Pornografi yang menjadi pro dan kontra di masyarakat.

IA berharap dengan album kedua mereka ini akan dapat meraimakan kancah musik khususnya di Bali serta musik metal asal Bali dapat diperhitungkan di skala nasional.


Booking & Management

Infect Art Management
Adwin Emanuel
Mobile: 081 706 72423
E-mail: infect_art_mgt@yahoo.com
Myspace Page: www.myspace.com/infectarteries

Senin, 13 April 2009

19-21 Deja vu


Minggu 12/4/09 setelah kumpul bareng dengan beberapa pesakitan di dunkin donat utk pendistribusian kupon bazaar, acara dilanjutkan ke super radio utk take voice tentang kegiatan bazaar dan rencana acara reunion komunitas 1921 yang akan dikemas dalam event live musik dari band2 lawas dan baru dengan membawakan a tribute to old school death metal. Ya suasana super radio sore itu cukup riuh dan semarak dengan kehadiran pesakitan-pesakitan gaek 1921 seperti jmbr,wir,dodha,dede,dek bens serta krabat laennya macam didoth,Edwin,komar dll. Ugh…sudah sangat lama banget tidak pernah lagi mencium aroma radio serta masuk kedalam studio radio setelah berakhirnya 1921program di Radio yudha era 90an, ya hadir kembali kedalam studio super radio tsb terasa "bangkit" dari bawah tanah kembali seperti yg diutarakan sidick death jockey bleeding soul, atas “keberanian” kedatangan kami kembali ke studio radio yang menggambarkan semakin “bangkit”nya komunitas metal lawas 1921.

Selain hot issue tentang bazaar dan acara reunion tsb topic ‘wawancara” on air liar dan kasar yang diselingi dengan pemutaran nomor2 old school death metal macam Arise dari Sepultura,Mother dari Incobator,Forge In fire dari Benediction dan nomor2 klasik death metal lainnya yang makin membangkitkan aura kehidupan metal lawas tsb juga dibahas seputaran kilas balik komunitas 1921 ,perkembangan berikutnya serta harapan kedepan dan kesan dan pesan utk komunitas tsb. Dan benang merah yg bisa ditarik dari live on air tsb adalah bahwa komunitas metal tertua di bali ( bahkan mungkin di Indonesia ?? ) ini sampai saat ini tetap eksis dan bergeliat yg disuport dengan kemajuan dunia IT ( semacam blog/web/facebook etc), …mengambil pesannya dead vertical dalam blog ini :”keep exist and unity “

Minggu, 12 April 2009

Gurami ( gultural rame2 memang indah)


Gultural..??ya kata itu memang rada mulai familiar kami dengar, dan gultural yg kami maksud disini hanyalah kiasan kata sembarang yg kami gunakan untuk pengganti kata wisata kuliner, ya maksudnya disini adalah “wisata kuliner rame-rame memang indah” . Sesuai dengan rencana awal death kuliner program akhirnya terlaksana jg pada Sabtu siang tgl 11/4/09 , than setelah berkumpul di grindcorner office kami (jmbr,age,andik,kiser,dick,astra,wir) dg satu kendaraan Apv berangkat menelusuri jalur utara yakni kea rah sangeh, abian semal. Ugh,,,sudah bisa ditebak keriuhan macam apa yg bakalan terjadi selama perjalanan karena berkumpulnya 7 anak-anak play group “tunas metal jaya” ini dalam satu buah kendaraan, memang benar “kekacoan” forum chating yg biasa kami gelar lewat koneksi internet berpindah tempat secara “live” dlm kendaraan tsb, mulai dari obrolan ringan seputaran aktivatas keseharian scener metal lawas,sampai joke-joke dan cela’an vulgar dan “brutal” antar sesama begundal hingga kejadian menjolok keluarnya kepala wir dari kendaraan saat menerima tlp dari atasan kerjanya (biar dia terkesan menerima tlp dalam perjalanan “dinas” kah..kah..kah..padahal….. ). Hingga tidak terasa setengah jam perjalanan menuju ke TKP ( Tempat Kuliner Program) terasa begitu singkat, krn selama diperjalanan semuanya full ketawa dan having fun.

Setelah memarkir kendaraan kami segera menuju tempat makan memanjang yang berada dekat dg areal sisi persawahan. Warung makan gurami Bali yang kita tuju ini memang lumayan refresentativ utk melepaskan kepenatan dari hiruk pikuk suasana ,kebisingan dan kemacetan metropolitan. Tampak venue utk tempat makan ini terkesan terapung krn berada diatas petak-petak kolam ikan yg lengkap dg akhtivitas kegiatan memancing bagi para penggemarnya. Dengan panorama indah disisi sebelah timurnya berupa terpampangnya hamparan persawahan nan luas yang dihiasi oleh tanaman padi yg sudah menguning dan siap dipanen oleh penggarapnya ,terkesan bagai alur cerita nan nyata seperti yang hendak akan dipaparkan oleh beberapa lukisan-lukisan natural yg terpasang dalam dinding-dinding bata merah tempat tersebut. Hembusan angin perawan yang belum terjamah oleh tangan-tangan polusi manufaktur mengalir sepoi-sepoi menawarkan kesegaran bagi mahluk hidup yang berada disekitarnya.

Dan tanpa banyak basa basi lagi langsung saja kami memesan menu khas special yg disajikan di tempat ini yakni masakan ikan gurami bakar/goreng lengkap dengan sayur lalapan , plecing dan sop guraminya,serta menu udang bakar. Dengan pesanan yg lumayan banyak tentu akan memerlukan waktu utk penyajiannya dan sambil menikmati hidangan pembuka berupa makanan kas “underground” yakni kacang “bawah tanah” yg disandingkan dg berbagai aneka minuman mulai dari air mineral sampai bir bintang kami mengisi kekosongan waktu tsb dg sedikit diskusi serius seputaran rencana penyelenggaraan basar yg kuponnya segera bisa diedarkan, dilanjutkan dg pembicaraan agenda berikutnya setelah dana tsb dpt terkumpul. Dengan isi kepala masing-masing yg relative sejalan dan seirama, rencana agenda pelaksanaan live musik metal tsb mengkrucut ke dalam bentuk acara reunion yg dikemas dalam sajian konser a tribute to old school metal ( thrash,death,grindcore) dari band-band metal lawas dan generasi baru. Cukup seriusnya diskusi tersebut hingga tak terasa hidangan aneka makanan utama sudah tersaji dan siap utk di lahap. Mmm…cita rasa gurami bakar dan gorengnya memang gurih dan lezat plus sop gurami yg kental dan padat dengan “bumbu genapnya” serta udang bakar yg menggoda, sangat pas tersaji di hari yang cerah itu. Dengan lahap kami dapat merasakan kenikmatannya sampai habis tak tersisa , than tinggal berserakannya sisa hidangan tersebut mengantarkan kami utk melanjutkan obrolan ringan dan canda gurau akan kenangan dan nostalgia masa-masa lalu di komunitas 1921, ya sebuah kisah cerita yg tak akan pernah usang utk kami kenang selamanya. Ehm…agenda wisata kuliner yg begitu berkesan, c.u on next gultural….:)

Selasa, 07 April 2009

Rise of Metal Bali


Gempuran globalisasi ke negeri nusantara ini tidak hanya sebatas pada bidang ekonomi,politik ,sosial, dan budaya saja tapi juga termasuk gempuran terhadap musik metal itu sendiri yang ditandai dengan makin banyaknya band-band metal luar negeri yang memperhitungkan dan memasukan nama Indonesia dalam list/jadwal tournya , hal ini juga dipicu oleh suksesnya konser2 band metal manca negara (semacam napalm death,lamb of god,sodom,kreator dll) dan juga dipengaruhi oleh masuknya indonesia di antara negara2 dunia lainnya dalam rangkaian ulusan/liputan Global Metal karya Sam Dunn and Scot McFadyen.

Trus point apa yang bisa diliat dalam skala scene Metal Bali atas fenomena diatas?? Ya..tentunya scene Metal Bali harus bisa mempersiapkan dirinya jg kalau sewaktu2 diatara band2 metal yang akan datang ke indonesia "berkeinginan" utk singgah/mampir dan konser di Bali. Memang harus diakui kalau dari segi bisnis dalam artian banyaknya tiket serta nilai harga tiket yg bisa dijual utk konser2 sekelas Band metal international "kurang" menjanjikan diadakan di Bali. Tapi siapa sih yang tidak tau pesona Bali di jagad ini??, nah keunggulan nama Bali sebagai tempat singgah/berlibur adalah merupakan modal besar yang dapat digunakan juga utk dapat menggaet band2 Metal dunia utk dapat singgah/mampir/berlibur dan tentunya mengadakan konser dg skala "kecil" model di pub atau dicafe, sebagaimana pernah dilakukan oleh band Punk dunia macam NOFX.

Dan tentunya yg lebih penting lagi adalah kalau band metal luar ini berkeinginan maen di Bali tentu tidak bisa dilepaskan dari adanya E.O dari komunitas Metal di bali itu sendiri yg dapat dipercaya utk bisa bekerja sama dengan E.O utama (Jkt) maupun E.O lainnya yg mendatangkan artis/band Metal manca negara ini ke Indonesia.

Nah untuk menyikapi fenomena gempuran global metal tsb, maka scene metal di Bali mesti solid dan bersatu padu, dan utk permulaannya beberapa metalizer lawas mencoba utk membuka pintu ini kedalam sebuah agenda yang tertuang dalam visi dan misi dibawah ini, yang tentunya tujuan akhirnya adalah agar makin bersinar dan bersatunya metal Bali dengan tidak ada dikotomi metal lawas dan baru.

“Rise of Metal Bali”

Visi dan Misi

Visi :
Menuju Industri dan ajegnya scene Metal (Bali)

-Industri scene Metal (Bali) bermakna merangkul komunitas Metal yang dapat menuju pada sebuah aktivitas industri.

-Ajegnya scene Metal (Bali) bermakna tetap eksis dan berkembang serta regenerasi scene Metal yang solid di Bali

Misi
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut maka formulasi misinya adalah :
-Membentuk sebuah wadah atau kelompok “bisnis” tertentu yang memiliki idialisme dan tujuan yang sama dalam menghasilkan sebuah nilai ekonomi dalam hal ini kegiatan yg erat hubungannya dg scene Metal seperti Penyelenggaraan konser Metal baik yg local maupun international serta kegiatan lainnya.
-Membangkitkan kembali scene Metal lawas (dalam hal ini komunitas 19-21) dalam sebuah reuni yang bergandengan tangan dg generasi-generasi metal berikut untuk menunjukan bahwa scene Metal bali tetap ajeg, eksis ,berkembang serta dapat melahirkan generasi-genarasi Metal berikutnya.

Untuk merealisasikan visi dan misi tersebut maka dalam waktu dekat ini (sekitar bulan Juni) kita berencana mengadakan sebuah reuni yang dikemas dalam sebuah rakaian hajatan konser Metal dengan beberapa opsi/alternative agenda yaitu :
1. Menghadirkan bintang tamu Condemned (band brutal Death Metal dari USA) yg akan didampingi oleh band-band lokal lawas serta generasi band berikutnya .
2. Mengundang band Metal local/Nasional yg lagi bersinar seperti Dead Squad dll yg akan didampingi oleh band-band lokal lawas serta generasi band berikutnya .
3. Menghadirkan band-band metal lawas dan band generasi berikut dg menggusung lagu-lagu karya sendiri atau membawakan lagu-lagu metal lawas dari band2 pioneer ( semacam Tribute to old school death metal)

Terealisasinya rencana ini tentu tidak bisa dilepaskan dari yang namanya DANA, dan sebelum mengarah kepada sponsor maka untuk pendahuluan kita akan mencoba menggali support dan dukungan dari scene metal Bali sendiri dengan mengadakan sebuah Bazar, dan tentunya dukungan dari kegiatan Bazar ini adalah dengan membeli dan membantu menyebarluaskannya kepada kerabat,teman,tetangga dan lainnya.


“Ajeg Metal Bali”

Senin, 06 April 2009

Suckling Pig Party


Suckling Pig,Mmm…maaf utk sementara kami tidak mengulas salah satu band metal yang bernama sama dengan menu khas makanan bali ini dulu, dan tidak juga mengulas salah satu isi lagu dengan judul “Ajeng “ dari album 1 Noxa band yg didalamnya berisi lirik bahasa bali diantaranya “sing ado be celeng……” karena yang kami maksud disini adalah suckling pig yg murni berupa menu makanan babi guling khas Bali, lebih special lagi cita rasa khas bu Oka Ubud.

Ya…pada hari sabtu 4/4/09 siang, utk mengisi “kekosongan” waktu, krn rada sepinya liputan utk konser metal di denpasar berkaitan dg akan menjelangnya hajatan pesta democrazy tgl 9 April ini, saya bertiga bersama astra dan kise, setelah sebelumnya gus andik menyatakan tdk bisa ikut brangkat (krn alasan yg tidak masuk diakal..kah..kah..kah) dg taruna biru kami berangkat ke ubud tujuannya utk berwisata death kuliner dg sajian balines suckling pig khas bu Oka ubud.

Dengan sengaja membawa “perut” laper menuju ubud dg harapan agar sampai di TKP bisa makan dan menikmati dg lahap sajian babi guling tsb….kami agak sedikit harap2 cemas sebelumnya, krn takutnya sampai di ubud menu yg ditawarkan akan sold out habis, krn hari sdh lewat siang dan ternyata jg warung di depan puri ubud yg kita tuju nampaknya tidak ada tanda2 aktivitas makan memakan…uhhh…..(sempat jg menahan kekecewaan)….but …prit prit…pritttttt….nampak didepan kami ada tukang parkir yg melihat kebingungan kami, dan bergegas memberi tanda kalau babi gulingnya sementara hanya di sediakan di rumah bu oka langsung….ah..akhirnya kesampain jg keinginan kami utk berpesta guling babi….

Dengan langkah mantap kami bergegas menuju rumah yg dimaksud dan benar saja didalam sana sdh hampir penuh tempat terisi oleh GPBG (golongan penikmat babi guling) dalam dan luar negeri, dan bergegas saja kami menepati areal yg baru saja ditinggalkan oleh consumen penikmat baliguling dari Tampa Florida USA :) sebelumnya…., Mmm….dengan memesan menu babi guling special plus gorengan krupuk celeng yg disandingkan dg es jeruk dan dua botol bir besar kami mulai menikmati anugrah tuhan ini……..nyam..nyam..nyam….sampai tanpa terasa kami memutuskan utk nambah nasi lagi krn lahapnya…sambil sesekali kami mengirimkan sms kepada beberapa rekans utk berbagi kenikmatan (kah..kah..kah..).dan tidak sampai disana aja, kami sepakat utk menambah menu lagi 4 buah utk dibungkus dan dibawa pulang kerumah masing2………ah …sebuah perjalanan kuliner yg cukup nikmat…..c u on next death kuliner…….

Selasa, 31 Maret 2009

Triple Six


Triple Six,ya tiga angka enam yg sering disebut sebagai angka setan (number of the beast) ini sangat familiar di planet tua bumi ini khususnya di lingkungan yg berbau horror dan seram ( baik itu film,fiksi,novel,music,maupun band etc),dan kalau kita berselancar di google mungkin menemukan beberapa nama band yg menggunakan angka setan diplanet ini. Btw kali ini kita akan fokus pada sebuah band Metal yg cukup tua dan disegani di jagat metal tanah bawah Bali yg menggunakan nama angka setan tsb.

Triple six, Sebuah grup band metal asal Bali berdiri tahun 1995 di Denpasar yang pada awalnya di dirikan oleh pesakitan-pesakitan penggila musik metal yang tergabung dalam wadah “DEATHRASHER 19-21 BALI CORPSEGRINDER” . Ide awalnya bermula dari hangout di sebuah radio AM butut bernama RADIO YUDHA yang bermarkas di kelokan mesra (tempat mejeng liat cewek-cewek lewat) jalan Hayam Wuruk Denpasar. Lantas Jember, Wier dan Dek Bens sepakat membentuk group band metal bernama TRIPLE SIX yang berarti tiga angka enam. Dengan menggandeng dua personil untuk melengkapi formasi TRIPLE SIX terbentuklah formasi sebagai berikut :
Dek Bens : Bass
Wier : Guitar
Vondalt : Guitar
Dwi : Drums
Jember : Vocal
Live perdana TRIPLE SIX adalah pagelaran Sunday Hot Music ’95. Sebuah event yang lumayan besar pada saat itu yang diprakarsai oleh CRAPT ENTERTAINMENT sebuah event organizer & sound equipment ternama saat itu. Selanjutnya berbagai event besar dan kecil sampai ke banjar-banjar pernah di jajal oleh TRIPLE SIX dengan berbagai suka dan duka.
Tak berselang lama ( tahun 1996 ) Dwi (drum) mengundurkan diri karena sesuatu hal dan sekarang gabung menjadi drumer pada band mabasa bali "Badeng band" ( balinese iwan fals), maka pada saat itu posisi drum di isi oleh Gus Tut ( Angle Head/Rotten Soul ) dengan status sessionis. Karena alasan kesibukan study Jember (Vocal) sering absent di venue, maka vocal sementara di isi Dek Bens merangkap bass dan untuk selanjutnya bergabunglah Indra (ex. Debtor) mengisi posisi vocal yang kosong. Formasi ini juga tidak bertahan lama karena Wier (Guitar) hengkang dari TRIPLE SIX karena kesulitan orgasme...(kah..kah.ini coment dari deks bens sendiri tanpa diedit oleh penulis), mengingat personil TRIPLE SIX yang lain memang tidak bisa memuaskan hasratnya sampai klimaks. Tapi bukanya jadi impotent atau mandul, malah eksistensi kemetalannya dibuktikan dengan selanjutnya membentuk group band Infrenal Desire bersama Jember.
Sekalipun TRIPLE SIX sudah sekarat dan di ambang kehancuran karena ditinggal dua pendirinya tapi banyak simpatisan yang menginginkan TRIPLE SIX tetap berkibar di blantika musik metal, maka bergabunglah dua personil sekaligus yakni Budi (ex. L Nino) di posisi drum dan Mawan mengisi posisi lead guitar. Maka Formasi TRIPLE SIX saat itu adalah :
Dek Bens : Bass
Mawan : Lead Guitar
Vondalt : Guitar
Budi : Drums
Indra : Vocal
Budi tidak bertahan lama karena kesibukan dan selanjutnya posisinya sempat digantikan Weny (ex Debtor) walaupun tidak sempat tampil di venue tapi beberapa lagu sempat tercipta saat itu. Karena Weny harus pindah domisili ke luar Bali maka posisi drum di isi Donny (Misty) dengan status sessionis tapi Vondalt (guitar) mengundurkan diri saat itu karena alasan ksibukan di study.
Tapi TRIPLE SIX tidak pernah surut dan terus merampungkan beberapa lagu dan di awal tahun 1999 TRIPLE SIX berhasil merampungkan album perdana yang berjudul INSISTENT BUTHCHERY OF MASSACRE. Dimana untuk melengkapi formasi TRIPLE SIX saat masuk dapur rekaman digandenglah Paul mengisi pisisi guitar menggantikan Vondalt. Tapi formasi ini tidak bertahan lama karena Paul kluar dari TRIPLE SIX dan slanjutnya formasi yang tersisa adalah :
Dek Bens : Bass
Mawan : Guitar
Dony : Drums
Indra : Vocal
Setelah sekian lama formasi ini bertahan hingga mencapai titik jenuh sampai TRIPLE SIX mengalami kevakuman selain karena event-event metal saat itu sedang mengalami kelesuan.
Saat Grindcorner Bali mencoba membangkitkan band-band metal Bali dengan menggagas Grindcorner Bali Compilation, TRIPLE SIX juga ikut berpartisipasi tapi Dony (drum) dan Mawan (Guitar) susah dibangkitkan lagi dari tidur panjangnya. Akhirnya TRIPLE SIX dibantu oleh dua orang sessionist dari group Infectous Arteries yakni Budi (drum) dan Layem (guitar) dengan di bantu dua personil dari Jerman yakni Task (guitar) dari group Dazed dan Jan (backing vocal) dari Group Sinners Bleed merampungkan satu lagu baru berjudul Ratu Pujangga di album Grindcorner Bali Compilation.
Tercatat beberapa sessionist yang pernah membantu TRIPLE SIX pada masa kevakuman selain Budi dan Layem juga ada Donny (ex.Sajen-Jakarta), mengisi posisi drum, Leong dan Surya (ex. Demonstration Effect) mengisi posisi drum dan guitar, Terio (Infernal Corpse) mengisi posisi drum.
Dengan tekad akan terus mengibarkan bendera TRIPLE SIX sampai mampus maka di tahun 2007 TRIPLE SIX di aktifkan kembali dengan bergabungnya dua orang personil ex. Eternal Madness yakni Gung Kock (drum) dan D’thra (Guitar) sehingga formasi TRIPLE SIX menjadi :
Dek Bens : Bass
Indra : Vocal
D’thra : Guitar
Gung Kock : Drum
Bergabungnya Gung Kock dan D’thra membawa warna baru bagi TRIPLE SIX, nuansa agak berbeda, lebih progresif dan brutal. Beberapa materi lagu sudah disiapkan untuk rencana album kedua TRIPLE SIX. Tapi ditengah perjalanan Gung Kock tidak bisa melanjutkan proyek album TRIPLE SIX karena harus merantau ke LN untuk mencari nafkah. Posisi drum sementara di gantikan oleh Terio (Infernal Corpse). Di tahun 2009 sekembalinya Gung Kock dari perantauan proyek penggarapan album dilanjutkan lagi, tapi semua materi lagu sebelumnya tidak terpakai dan digantikan dengan konsep lagu yang lebih baru lagi dan terasa lebih pas dengan terinfluence group Origin menjadikan lagu-lagu TRIPLE SIX di album kedua nanti yang diberi judul “Feel What I Feel” pantas diperhitungkan.
Tanpa bermaksud menjadi band yang paling brutal kami juga mengkonsep musik TRIPLE SIX dengan jujur bahwa style inilah yang paling enak kami mainkan mengingat perkembangan musik metal saat ini semakin hari semakin berkembang dan variatif, kami juga tidak mau terlena dalam kebodohan dan terpaku dalam konsep musik yang begitu-begitu saja.
Karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan dan untuk melancarkan rencana proyek album kedua ini terpaksa Indra (vocal) di nonaktifkan dari TRIPLE SIX Sehingga formasi terakhir TRIPLE SIX adalah :
D’thra : Guitar, Vocal
Dek Bens : Bass, Backing Vocal
Gung Kock : Drum, Backing Vocal


contact :
Dek Bens : +628123929666, +623617972666
Gung Kock : +6281999684666
D’thra : +6281805529746

Kamis, 19 Maret 2009

Man behind the death picture


Pada suatu sore hari disebuah rumah disebelah depan utara art centre dps, sambil melihat-lihat foto nostalgrindnya terjadi dialog kecil antara seorang anak dg bapaknya :
Anak : Pak foto apaan itu (dg ciri khas aksen kata cadil ala anak-anak
menanyakan album foto yg diliat2 oleh bapaknya)
Bapak : Ooo…ini foto2 teman bapak dulu (seraya bercerita sedikit tentang sepak
terjang dia bersama teman-temannya dikomunitas 19-21balicorpsegrinder)
Anak : Arrghh, tapi Kok Bapak tidak pernah kelihatan dalam foto-foto itu???
(sambil sianak mengkerutkan dahinya tanda tidak puas dg kenyataan tsb)
Bapak : Mmm….. tentu ndak keliatan nak, karena bapaklah yg jadi “tukang” foto dari
semua foto2 yg ada dalam album ini

Yeah…begitulah realita yg terjadi lewat dialog “imaginer” tsb pada profesi seorang fotographer, terlebih lagi pada seorang fotographer professional yg tidak pernah memperhitungkan materi dari kopensasi keahliannya yg diberikan pada komunitas metal yg dia ikuti dan cintai utk menghasilkan lembaran potret gambaran dan kenangan bagi sebuah eksistensi scene metal balicorpsegrinder. Dimana dalam gambaran sketsa kenangan itu dirinya jarang atau bahkan tidak pernah terlihat, namun sejatinya dialah yg mempersembahkan potret kehidupan scene metal tsb lewat jepretan kameranya.

Pun saat penulis 1921blog ini berkunjung kekediaman sekaligus ruang kerjanya dg hangat dan senyum khasnya dia menyambutnya, bahkan saat mengutarakan niat utk meredokumentasikan foto-foto oldschool 1921 hasil karyanya ke dalam dunia maya dengan antusias dan bersemangat pula dirinya menganggukan kepalanya (seperti headbang) tanda setuju serta dg senang hati memberikan file foto-foto tsb yg sdh direpro maupun di scan dalam komputernya utk dpt dicopy dlm flasdisk. Dan utk selanjutnya jepretan2 hasil karyanya tsb dari awal sampai akhir tahun 90an secara bertahap bisa kalian nikmati sekaligus utk bernostalgia (bagi yg ada dalam jepretan serta mengalami masa2 tsb) dalam death link balicorpsegrinder photostream http://www.flickr.com/photos/balicorpsegrinder/

Trus, by the way siapakah orang yg berada dibelakang setiap hasil karya foto-foto komunitas 1921 beserta live2 band dan personel band2 itu serta foto2 komunitas metal 1921 yg dulu biasa terpampang dalam harian balipost?? Ya benar tidak lain dialah Sujena, seorang Bapak dari dua orang anak, fotographer tulen yg murah senyum , baik hati dan humoris (walau kadang humorannya itu cendrung membuat dirinya sendiri yg lebih tertawa lepas menikmatinya ) yg sampai saat sekarang ini telah menjadikan hoby,keahlian dan ketrampilan fotografinya tsb sebagai sumber kehidupannya dengan membuka foto studio bernama LangoDiv.

Senin, 16 Maret 2009

Infernal Desire


Salah satu band yg masa itu terjerumus dalam lumpur kubangan Corpse 19-21 Grinder dan diselimuti bayang-bayang nama Triple Six adalah INFERNAL DESIRE, ya grombolan begundal ini dibentuk pada pertengahan Mei 1997 oleh Kadek Wier (ex Triple Six) dan Putu Adhi (ex Yankee Rose) yang secara kebetulan bertemu pada suatu event musik di Denpasar dan berlanjut membicarakan tentang membentuk sebuah band metal baru dengan nama Infernal Desire dimana nama tersebut diambil dari salah satu judul lagu milik Malevolent Creation sebagai salah satu inspirator dan ide-ide musik yang akan dicipta sudah terkonsep dalam benak masing-masing.
Kemudian bertemu Jember (ex Triple Six) yang bersedia menjadi vokalis dan Gung De menjadi bassist. Saat itu Infernal Desire belum memiliki Drummer tetap, dimana tercatat Gus Tut (Rotten Soul) dan Leonk (Demonstration Effect) sebagai sessionist pada drums.
Infernal Desire mulai menggebrak event metal pada bulan Juni 1997 pada saat diselenggarakannya event Forum Musik Komplikasi I, membawa cover song dari Malevolent Creation, Deranged dan Six Feet Under. Tahun 1998 Gung De (Bass) mengundurkan diri selanjutnya digantikan oleh Goen sebagai sessionist dari band Grindcore Debtor dan menemukan drummer tetap yaitu dengan masuknya Kum-Kum (ex Bassist Rottens Soul) pada event Forum Musik Komplikasi IV. Tak lama kemudian Jember (vocal) mengundurkan diri digantikan oleh Yoyox, sedang posisi bassist diisi oleh Komang Dirga (ex Demise God), pada event Forum Musik Komplikasi V, membawakan musik cover dari Brutal Truth dan Broken Hope. Di tahun 1999, Komang Dirga mengundurkan karena melanjutkan studi diluar daerah dan digantikan oleh Putu Tommy (ex Astral Abortus). Infernal Desire mulai menciptakan musik sendiri dengan corak serta warna musik diambil dari berbagai influence, serta lirik lagu yang banyak menyampaikan keadaan sosial disekitar Infernal Desire pada kurun waktu tersebut.
Pada periode th 2000, Infernal Desire beserta beberapa band Underground di Bali, bekerjasama dengan Underdog State, membuat 2 album kompilasi yaitu “Underdog Society 2 dan At Hell’s Gate”, serta ikut dalam event-event Undergound di Denpasar, maupun di luar Denpasar.
Pada bulan April-Mei 2003 Infernal Desire merekam album pertama, berisi 10 lagu karya Infernal Desire sejak tahun 1997-2003, yang diberi judul “FFFF” (Feel Free For Fuck) dimana bagi kami kata tersebut memiliki arti kebebasan dalam berekpresi, memiliki idealisme serta pandangan hidup kedepan, serta berpikiran terbuka. Namun pada proses rekaman, Tommy mengundurkan diri karena kesibukannya dan posisi bassist dirangkap oleh Putu Adhi (guitar), kemudian digantikan oleh Komang Krisnawa / Lenkkonk (ex Rotten Soul/Disharmonic Distortion), akhirnya digantikan lagi oleh Komang Dirga yang telah kembali dari studinya.
Untuk menggantikan Putu Adhi saat tidak dapat mengikuti event, Made Dharma “Donkkank”Suyasa (ex Yankee Rose) mengisi kekosongan tersebut sebagai guitarist hingga saat ini.
Album ini dirilis pada bulan Maret 2004 secara indie label, diproduseri oleh Infernal Desire sendiri, serta didistribusikan kedistro-distro di kota Denpasar dan sekitarnya, serta keluar daerah seperti Yogyakarta, Bandung, Purwokerto, Malang, Jakarta dsb.
Infernal Desire tidak berkarya hanya untuk sekedar gagah-gagahan untuk mencari popularitas dengan menjadi yang paling hebat, atau yang paling brutal, namun Infernal Desire berkarya untuk mengungkapkan “kejujuran” dari suatu idealisme dalam bermusik, serta berusaha untuk menampilkan suatu karya seni musik berbasik metal yang artistik dari perpaduan nada-nada disharmoni, serta mencoba untuk tidak mengikuti aturan-aturan pada musik metal itu sendiri.
Di bulan maret 2005 Infernal Desire dengan beberapa band metal Bali ikut dalam rekaman Grindcorner Bali Compilation “Grind at the corner“.
Seiring berjalannya waktu, di bulan Oktober 2005 Yoyox mengundurkan diri karena suatu kesibukannya hingga Infernal Desire sempat dibantu oleh vocalist Deformed Inside Agus Botak dibeberapa events. Diawal tahun 2006 Infernal Desire akhirnya mendapatkan vocalist baru yaitu I Made Adi Putrawan atau di panggil Dek Ulong (eks Gorehate). Seiring berjalannya waktu, berbagai tawaran untuk ikut dalam kompilasipun berdatangan dari berbagai daerah di luar Bali diantaranya Kompilasi Sisa Mutilasi bunuh diri dari Horrible Creation Extreme Music Media Bandung, Extreme Brutal Violence Compilation dari Brutal Production Bekasi, Epidemic of Brutality Compilation dari Psychosm Production Makassar serta sebuah kompilasi International dari Germany “Mystical Music Compilation” .
Pada pertengahan tahun 2007 Kumkum (Drummer) keluar daerah karena suatu pekerjaannya yang belum bisa diperkirakan entah sampai kapan diluar daerah, untuk sementara posisi Drum ditempati oleh Tonny (Gerbang 13). Dan hingga kini walaupun keseluruhan anggota Infernal Desire sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mereka masih tetap aktif dibeberapa event.

Discography
1. 1998 - Demo Tape 4 buah lagu
2. 1999 - At hell’s gate compilation
3. 2000 - Underdog Society 2 compilation
4. 2004 - FFFF album
5. 2005 - Sisi Mutilasi Bunuh Diri compilation, Bandung
6. 2005 - Mystical Music Compilation” (German)
7. 2005 - Extreme Brutal Violence Compilation, Bekasi
8. 2005 - Grindcorner Bali Compilation “Grind at the corner”
9. 2006 – 4 ways split album (Bekasi) Brutal Record Production
10. Dll.

Minggu, 15 Maret 2009

Gerbang Metal


Sabtu 14/3/09. Seperti biasa kami tidak akan melewatkan hajatan metal berkelas seperti masa-masa sebelumnya, ya sekitar pukul 20.00 malam dg berangkat bertiga bersama andik dan kisser kami meluncur menuju wilayah Kuta. Than Peanuts in rock memang benar membuktikan janjinya utk membukakan pintu gerbangnya utk hajatan yg bertitle gerbang metal ini. Sebelum masuk ke venue kami sempatkan utk mampir pada counter (upgrade dari lapak metal) yg special menawarkan cd dan t-shirt dari pasukan mati “Super band metal Indonesia” yakni Dead squad band yg beranggotakan Stevei item guitar (Andra&the backbone), Coki Bollemeyer (guitar Netral) , Adyan Gorust (ex.drummer siksa kubur) Bonsquad (Ex.Bassis tengkorak) serta vocal Daniel yg beberapa hari sebelumnya telah sukses membuka konser Lamb of god memang menawarkan menu yg special dalam format rilisan cd keluaran terbarunya lewat label Rottrevore Recs yg dilounching barengan dg konser LOG tsb, Upss…nampaknya lain waktu kita pasti akan membahas lebih tajam dan luas tentang super group ini (utk info lengkapnya bisa diakses ke http://www.myspace.com/pasukanmati) And reportase mesti harus dibelokan kembali pada liputan acara gerbang metal.

Okeh..okeh…Ya setelah membeli t-shirt serta cd Dead squad kita bergegas menuju cemetery of Metal gate namun langkah kami sedikit terganggu pada rintangan sebuah counter penukaran rokok yg didepannya telah dihuni oleh mahluk halus nan cantik dan putih mulus yg menggugah dan menggoda birahi naluri beberapa metalhead yg tergolong genit seperti kami2 ini utk sekedar berbasa-basi dan tentunya tidak lupa utk mendokumentasikannya ( ehm dak perlu mesti malu mengakuinya krn hidup ini memang harus sexandbalancing dan gelora itu harus terus dipanaskan). Mm…memasuki dalam peanut club kita menemukan suasana yg beda dari terakhir berkunjung ke club itu ya nampaknya setelah acara Neohellist-100% Metal Parade (waktu itu memang atmospir gedung & ruangannya sangat memperihatinkan ala ruangan2 dalam film horror Friday the 13), dan mulai pada hajatan Burgerl kill sebelumnya dan gawean Gerbang metal sekarang ini Peanut club telah menunjukan perubahan jati dirinya dg memoles dirinya makin tambah menawan dan berkelas dg enterior serta property yg tertata ulang hingga mampu memberikan nuansa yg elegan sekelas dg club2 metal ala luar negeri. Tidak ada lagi bilik pembatas ruangan antara venue dg bar, tentunya utk dapat memberikan ruang lebih luas serta dpt menampung metalhead lebih banyak lagi…( mm ujung2nya ya…biar mampu menambah revenuelah dari penjualan alcoholnya). Acara mulai sekitar pukul 21.00 dan kekuatan ribuan watt yg dijanjikan memang bukan basa basi karena sound yg dihasilkan dari piranti sound systemnya benar2 megah, begelegar,dahsyat,spektakuler hingga kalau mendekatinya membikin dada ini berdetak keras dan terasa dihantam oleh buldoser nan besar yg mampu mengeluarkan seluruh isi dada didalamnya. Silih berganti band pengisi acara gerbang ini mencincang panggung dg nomor2 ciptaannya mulai dari Beuty for Kill yg cukup stabil dg sajian metal corenya,Lorong, Koma , termasuk punggawa band death metal bali Infectour Arteries penampilan mereka cukup apik dan bersih dg sajian nomor2 yg groovy dg ketukan dan beat2 yg cocok utk berheadbang hingga crowd mulai terpancing dan mulai pemanasan dg headbang bareng di moshpit , dilanjutkan dg tampilan berbeda dari Band Mahatma dg alunan vocal “seriosa” khas gotic serta Perform dari band Bersimbah Darah.

Dengan ruangan yg tertutup rapat dan sajian music2 panas tentunya memberikan suhu atmostphir ruangan yg makin memanas juga hingga kondisi ini memaksa kami utk segera menetralisirnya dg bir dingin serta beberapa kali keluar masuk ruangan utk mencari udara segar di pinggir jalan. Dibeberapa sela sajian band2 tsb ditrotoar jalan depan peunut, nampak Gus andik menerima ajakan wawancara dari pengamat metal dari Sweden si John dan saudaranya Elyana ( Valhala the great) yg berkesempatan meliput dan mengadakan reportase utk semacam ulasan metal journey utk wilayah asia tenggara. Dengan englishnya yg mecair Gus andik memberikan gambaran tentang scene metal bali mulai dari awal kelahirannya (sperti yg tertuang dalam ulasan 1921blog edisi sebelum2nya) sampai perkembangan sekarang ini yg masih tetap setia diiringi oleh metal2 oldschool dan tentunya generasi2 metal selanjutnya. Terlihat jg sebelum Dead vertical naik tahta panggung kehormatan, terlebih dahulu mereka meladeni tawaran wawancara dan reportase dari Edwin/wir cs utk melengkapi project film documenter perjalanan scene metal bali. Tentunya dg materi wawancara seputaran apa dan bagaimana scene metal bali dilihat dari perspective dan kaca mata band2 dan scener metal luar bali ( Jkt). Salah satu point penting yg mereka utarakan agar gerbang metal ini makin terbuka dan dpt memberikan kesempatan yg luas bagi band2 metal bali utk maju seperti yg telah dapat mereka raih sekarang ini adalah band2 metal ini mesti bermain musik dg tulus dari dalam jiwa metal sendiri ,konsisten,trus mengasah skill dan fermormence dg ditunjang oleh gelaran2 live musik metal yg mesti dpt tetap dan reguler diselenggarakan tiap bulannya agar semangat band2 ini serta scene metalnya tetap bergelora hingga regenerasi band/scene metal terus dan tetap bergulir dg saling menghormati dan menghargai antara yg tua dan yg muda.

Dan menjelang tengah malam tibalah pada ujung pintu gerbang metal ini, dg penampilan pasukan trio bomber grindcore berbahaya yg terbentuk thn 2001 dari pinggiran Jakarta Timur dg formasinya Boy bleh (guitar /vocal),Bons Dead (Bass/vocal) dan Arya Blood ( Drum&weed) yg telah bersiap utk menghajar panggung, dan tentunya disambut oleh crowd dg memenuhi areal mosphit yg tersisa. Benar saja tanpa banyak cakap sajian grindcore old school ala napalm death,terrorizer,brutaltruth,extreme noise terror dll dg beat beat core gitar,kocokan bass,dentuman doble pedal serta grinding ketukan sner dan simbal serta growl dan scream vocal yg saling bersautan dg ending lagu yg habis dan berhenti tiba-tiba khas grindcore mereka hidangkan dg sempurna lewat nomor2 yg diambil dari album Infecting The World serta beberapa rilisan lagu barunya macam Deadly mount dan Black storm. Di tiap jeda lagunya Band yg memaknakan arti nama bandnya sebagai “Matinya Hubungan antara Manusia dan Tuhan” ini tidak lupa sebelumnya menceritakan dan menggambarkan terlebih dulu makna,hakikat,dan maksud yg terkandung dalam lagu yg akan mereka mainkan tentunya dg seputaran isu global politik,social,serta lingkungan serta kehidupan sehari yg menjadi ciri kas liryc2 lagu grindcore. Demikian jg dg suguhan lagu terpendek ala album scumnya napalm death tidak lewat jg mereka hidangkan. Sambutan crowd nan agresif dg aksi headbang,pogo,slam dance,circle pit yang terpadu antara metalizer generasi berikut dg oldschool metalizer ( macam andik,kisser,jmbr,age,Edwin,wir,astra, etc. serta kehadiran the old guardian&bodyguard 1921 agung pedung ) cukup membuat mosphit jadi makin liar dan semarak.

Kurang lebih sepuluhan nomor khas grindcore yg rata-rata cepat,padat,dan singkat berisi mereka sajikan pada malam itu hingga tidak terasa kekacuan ini akan segera berakhir pula dg the last song sajian penutupnya. Arrgh…benar2 performance band metal yg berkwalitas dan cukup professional dg nomor2 grindcore yg mereka sajikan hingga mampu memuaskan dahaga para metalizer yg ada ,…yeah…dan keliatan DV memainkan musik ini dg tulus,dari jiwa mereka sendiri, apa adanya dan tidak dibuat-buat hingga mampu menghasilkan karya yg original. Memang tidak salah mereka dinobatkan sebagai salah satu “The best Metal Band 2008” oleh Majalah Rolling Stone Indonesia dan juga sdh sepantasnya gerbang metal utk scene nasional bahkan internasional akan makin terbuka lebar bagi kehadiran mereka dan itu sdh dibuktikan dg rilisan singlenya utk kompilasi dg band metal indie luar negeri serta telah sukses menjadi band pembuka konser Napalm Death yg ke dua di Jkt dan tentunya cepat atau lambat mereka akan segera bikit passport utk persiapan menjajal gig-gig metal mancanegara,.. Keep grinding bro…

Disekitaran Gerbang Metal





Senin, 02 Maret 2009

Who said Death Metal (Bali) is dead??


...yes sebuah pertanyaan yg layak diungkapkan utk sebuah eksistensi culture death metal dg varian&segala subgendernya yg berkembang di tanah bawah Bali, bagaimana tidak dimasa akhir2 ini geliat metal makin bergelora mulai dari makin intensnya acara live metal,berblingsatannya scene metal (bali)sampai adanya keinginan mewujudkan sebuah documentary perjalanan scene metal bali mulai dari awal kemunculannya sampai era sekarang ini,dan tentunya bangkitnya kembali support acara Metal dari station Radio yang sebelumnya telah dinyatakan istirahat dg tenang. Berikut sedikit "reportase" liar by YM dg siDick (Angel Death)sang Death Jockey dari Bleeding soul dengan penjaga tuju kunci blog19-21 ini (rahtut):)

rahtut: bro
Angel Death: yoaa
rahtut: gimana ceritanya sampe acara metal kembali bankit dari kubur di radio super?
Angel Death: cerita apane?
rahtut: sampe dikasi waktu siaran utk acara metalnya lagi
Angel Death: oooo
Angel Death: itu pendekatan sama station managernya
Angel Death: termasuk pendekatan intim diranjang
rahtut:kah..kah..kah
rahtut: trus
rahtut: on the record ne nah
Angel Death: badah!!!
Angel Death: off the record to
rahtut: trus gimana tuh kisahnya
Angel Death: ceritanya sih setelah digrounded karena ada perubahan visi dari radio
Angel Death: kita sempet vakum
Angel Death: (beh serius sajan bahasane puk...hheheheh)
rahtut: yup dpp nanti di ajust
rahtut: kayak lap.keuangan
Angel Death: trus karena 2 orang yang biasa handle acara indie keluar
Angel Death: maka sesepuh kita bli bagus yankky merecomendkan aku untuk kembali handle acara indie
Angel Death: dan kemudian di acc oleh sang station manager
Angel Death: dan setelah aku ngobrol2 intim dg sang SM, dicapailah kesepakatan untuk menghidupkan kembali metal di SUPER FAMILY 105.2 FM
Angel Death: untuk sementara 1 jam aja
Angel Death: gituuuuuuuu
Angel Death: makanya
Angel Death: hellthanks goes to yankky....
rahtut: ada target ( iklan) yg mesti dilalaui ndak utk tetap eksis dan bisa tambah jam tayangnya?
Angel Death: kalo khusus dari program metalnya kayaknya belum
Angel Death: tau sendirilah, komunitas metal yang katanya besar ini susah untuk iklan
rahtut: gimana kesan pertama setelah bangkit kembali dari kubur
Angel Death: wah...ITS GOOD TOBE BACK...kayak kita orgasme itu lho bro...lega banget...
rahtut: udah ada format ideal acara utk kelanjutannya,spt formula lagu/band/luar/dalam/info dll
Angel Death: yup
karena waktu yang terbatas
Angel Death: kita lebih akan fokuskan kepada informasi/berita
Angel Death: 60 - 40 % lah
Angel Death: antara infor dan musik
Angel Death: jadi lagu2 tetap kita putar cuman durasinya tidak bisa penuh hingga selesai lagu
Angel Death: kecuali dari genre grindcore tentu saja karena durasi lagunya pendek2
Angel Death: dan kita lebih memfokuskan pada info lokal
rahtut: ade pesan2 terkhir agar acara ini bisa tetap langgeng??
Angel Death: tetep dengerin BLEEDING SOUL setiap minggu jam 5 sampe 6 sore di SUPERFAMILY 105.2 FM, dan kalo ada demo2 serta informasi jgn ragu - ragu untuk dibagi.....pokoknya KEEP METALFLAG ARISE......

Minggu, 01 Maret 2009

Masih ndak rela juga.....

penampakan

Yang tercecer dari liburan metal

"Tuhan"pun mengaku keluarga besarnya


























Metal Vacation


Bedugul….,mm kalau denger nama itu pasti yg akan terbayang adalah sebuah daerah yg dipenuhi oleh pepehonan khas kebun raya,dengan pasar sayur,buah dan hasil pertanian lainnya ,dengan danau serta lingkungan yang hijau, adem,tenang, kadang berkabut dan yang pasti atmosfir dinginnya. Namun pada satu radius tertentu lingkungan sekitarnya berubah jadi riuh oleh sebuah habitat yang menghitam dan bahkan didalam sebuah arena gedung tua terjadi polusi kebisingan, dan atmosfir ruangannya jadi panas dengan populasi habitat masa hitam yg terkesan bagai belukar liar yg menjalar memenuhi ruangan serta lingkungan sekitarnya. Ya itulah intro awal kondisi yg terjadi pada sebuah tempat di lingkungan bedugul yang bernama Ashram hotel&restoran yg telah terkontaminasi oleh sebuah hajatan yg diselenggarakan peguyuban metal bali sebuah gawean yg mengambil tema metal vacation.

Vacation…vacation…,keriuhan rencana “liburan” akhir pekan diakhir bulan Feb ini sudah terasa beberapa hari lalu dan bahkan malam sehari sebelumnya telah terjadi saling balas pantun sms yg membingungkan akan kepastian jam serta kloter keberangkatan team vacation ini. Hingga finaly +/- pukul 13.30 siang kami (jmbr,arik,andik,age,astra) berangkat bersamaan dg dua kendaraan setelah sebelumnya mamarkir satu kendaraan pada sebuah pompa bensin di bilangan daerah sempidi. Disepanjang perjalanan dengan hidangan pemanasan nomor2 deathmetal dari audio mobil kami ngobrol ngalor ngidul mulai dari topic serius seputar scene metal sampai obrolan ringan tentang aktivitas rutin harian kami akhir2 ini yakni saling cela teman dalam forum chating dan tentunya hot gossip selangkangan gejolak gelora “para penjahat kelamin” hingga tak terasa sejaman perjalanan sdh nyampai didaerah bedugul.

Memasuki lokasi vacation metal dipinggiran danau beratan aura metal sdh mulai terendus dg berkeliaran dan bergerombolnya masa hitam-hitam,demikian halnya diluaran venue terdapat beberapa lapak khas “tiga jari” yg menjajakan kaset/cd/vcd,poster,t-shirt,zine serta atribut metal lainnya, dan dlm salah satu bilik ada jg aktivitas pameran art work khas brutal deathmetal dari dede &friends, ada pamflet2 acara metal yg akan terjadi, serta ada selebaran kertas “wall of frame” dan kami sempatkan jg utk mengisinya (tentunya dg deretan huruf..hell 19-21 bastard) dan ada juga agenda discus/sarasehan seputar scene metal dan trik siasat band utk dpt tampil dalam acara konser-konser Metal. Dan dari list paguyuban pengisi acara rupanya telah terjadi 13 kali pembantaian saat kami sampai di lingkungan “sesat” itu. Sampai akhirnya kami masuk kedalam gedung tua itu karena akan terjadi penyemblihan dari pasukan infectous arteries, ya benar saja lewat seseonis vocalist band deathmetal lawas jogya corpsegrinder: mortal screem (RIP??) yakni gendon crowd benar2 dicingcang habis dg sajian ultra brutal dari nomor-nomor klasiknya suffocation. Mmm..pinter aja mereka mencuri perhatian crowd dan menarik hati kami para metalizer tua dg sajian old school deathmetal khas soud suffocation, hingga mampu membuat kami ikut memanaskan crowd yg sebelumnya adem itu dg berheadbang,pogo,slam dll. Sungguh hidangan yg sempurna sebagai pemanas badan dari kondisi dinginnya suasana luar gedung.

Dinginnya udara bedugul itu sungguh merayu dan menggoda kami utk segera dapat mencari kehangatan, yes..memang sungguh tidak layak kalau suasana dingin ini tanpa kehadiran alcohol sang dewi kehangatan. Bergegas saja kami menuju areal pasar utk mendapatkan berbotol-botol bir utk dibawa kembali ke sebuah tempat pinggiran danau dan dihidangkan berdampingan dengan bertusuk-tusuk sate kelinci khas daerah bedugul….mm..nyam..nyam..nyam…sebuah pesta deathkuliner ditengah-tengah acara death “fucking” metal vacation. Disatu sisi didalam venue saling bantai silih berganti band-band pengisi acara salah satunya penampilan band black metal tamu dari Surabaya dg ciri khas masker dan screemnya namun keliatannya era kebelakang ini sdh menghilangkan ritual sesat ala black metal dg mengigit aneka binatang hidup macam ular,ayam serta kelinci (tapi kalau kelincinya sdh dijadikan sate pasti akan diborong oleh mr.age…he..he..he..thks for nice fucking deathkuliner ge!!), Hingga kami kembali berada didalam arena tsb dan ada salah satu band potensial berikutnya yg cukup menyita perhatian kami dan crowd yakni error scream, band brutal generasi berikut yg keliatan punya masa depan yg bagus, dengan penampilan drummer yg keliatan memiliki bakat ,power,skill serta variasi ketukan diatas rata-rata hingga tanpa ragu kami utk memujinya dan menaruh harapan besar utk kebanggaan dan kebesaran scene metal Bali serta penampilan band-band generasi baru lainnya yg tak kalah potensialnya jg macam Born by mistake,Trojan,Bersimbah darah,Anti pop,two ice queen band gotic yg mampu memberi sajian berbeda ala “duo macan” serta tetunya band Rezume ( yang performance band-band tsb tidak aja pernah ditunjukan di bali saja tapi sdh mampu menjangkau luar bali, salut & tetap luaskan jangkauan networkmetal kalian !!!). Tak mau kalah dengan penampilan band-band juniornya, band pendahulunya yakni Infernal desire juga masih mampu memporakporandakan crowd dg tanpa kehadiran basisnya namun menghadirkan mantan vocalis “kecilnya” yakni yoyo si yoyo….(k) yg berduet dg vocalis “besarnya” yg disambut liar oleh masa hitam-hitam.

Dan tentunya disamping infernal desire dan Triple Six, band tua bangka yg berada dikubangan Neraka 19-21 Jahanam yang masih sering dirindu,dinanti dan ditunggu kehadirannya adalah yakni sang pasukan pendosa ‘Debtor”…. ya band metal lawas yg personel tetapnya menyisakan si Gun sang basis&drunker flamboyan serta Gus andi sang vocalis &orator nasionalis enemy of koruptor kotor nan sinting gila miring yang dengan rela diiringi sang seseonis arak lover wier dan donkkang. Kehadiran mereka diatas panggung yang miskin lighting itu mampu membius dan menjadikan crowd yg sudah sesak padat itu jadi berantakan,liar,brutal,kasar ( namun tetap mampu terkontrol dalam bingkai bineka tunggal ika) dengan aksi headbang,pogo,moshing,bahkan stage diving / slam monitor dengan diiringi oleh nomor Returning to Pancasila, Troops of doom cover version klasik deathmetal Sepultura dan tentunya Quandary sebuah nomor masterpeace yg melukiskan kegelisahan dan kebingungan akan peristiwa 27 Juli ( Kudatuli)…Shit, ternyata mereka masih mampu menunjukan pamor dan karismanya pada sejawat generasi penolak tua serta junior-junior dan scene metal bali umumnya.

And ditengah beberapa kekurangan seperti minimnya lighting panggung ( ala sinar lampu kos-kosan),kurang koordinasinya beberapa agenda acara & pengaturan penampilan band pengisi acara, kegiatan metal vacation ini harus kita beri kata salut&sukses dan ancungi dua jempol krn mampu menghadirkan puluhan band dengan minimalisnya perangkat sound panggung tapi cukup memberikan output sound yg maksimal dan mantap serta cukup agresifnya sambutan masa namun tetap aman dan damai hingga dapat dijadikannya acara ini sebagai pelengkap agenda terselubung proyek idealis perjalanan metal bali (oleh dick dkk),memberikan "ruang" bagi small reuni pesakitan 19-21,serta disatu sisi yg cukup mencuri perhatian adalah acara ini dapat memberikan konstribusi ekonomi bagi para pedagang-pedagang disekitar arena konser, hingga sampai sajian hidangan di restournt itupun soldout habis. Tidak salah kiranya kalau acara ini bisa dijadikan ajang rutin bagi anak-anak “sekolah metal” untuk mengisi “liburan metalnya”